Festival Jagung BANGKOK 21 di Sragen, Panen Capai 10 Ton/Ha
Dipublikasikan Oleh Admin 22 Oct 2026, 09:44 AM
Festival Jagung BANGKOK 21 di Sragen, Produktivitas Panen Jadi Sorotan Petani Se-Jawa
SRAGEN – Festival Jagung Hibrida BANGKOK 21 yang berlangsung di Dukuh Jetak, Desa Jono, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, pada 8 Oktober 2026, menjadi ajang pertemuan petani sekaligus sarana berbagi pengalaman dalam budidaya jagung hibrida. Kegiatan ini menarik perhatian ratusan petani dari Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Festival tersebut digelar di kawasan pertanaman jagung seluas sekitar 200 hektare yang dibudidayakan petani di wilayah Tanon. Hamparan tanaman jagung ini menjadi lokasi bagi para peserta untuk melihat secara langsung perkembangan budidaya varietas BANGKOK 21 yang dikembangkan oleh PT Benih Citra Asia dengan merek Bintang asiA.

Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi benih jagung hibrida kepada petani dari berbagai daerah, sekaligus mendorong pertukaran pengetahuan mengenai praktik budidaya dan peningkatan hasil panen.
Festival Jagung BANGKOK 21 Perkuat Pertukaran Pengetahuan Petani
Festival Jagung BANGKOK 21 dihadiri Vice President Director PT Benih Citra Asia, Alfasyahri Pane, bersama Direktur Operasional PT Saprotan Utama Nusantara, Yuri Wibowo. Perwakilan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Sragen, penyuluh pertanian, unsur pemerintahan Kecamatan Tanon, serta para petani turut meramaikan kegiatan tersebut.
Antusiasme peserta menunjukkan besarnya perhatian terhadap inovasi benih dan peluang peningkatan produktivitas jagung. Melalui pertemuan langsung di lahan pertanian, petani dapat memperoleh gambaran mengenai penerapan budidaya BANGKOK 21 serta melihat kondisi pertanaman di wilayah yang menjadi sentra pengembangannya.
Alfasyahri Pane menjelaskan bahwa kawasan Tanon mulai dikenal sebagai Kampung Bangkok. Sebutan tersebut muncul seiring berkembangnya penanaman jagung BANGKOK 21 secara mandiri oleh petani setempat hingga mencakup area sekitar 200 hektare.
Menurutnya, festival ini merupakan bentuk rasa syukur atas hasil panen yang diperoleh petani sekaligus kesempatan untuk memperkenalkan performa varietas tersebut kepada petani dari luar daerah.
Hasil Panen BANGKOK 21 Dilaporkan Mencapai 9–10 Ton per Hektare
Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam Festival Jagung BANGKOK 21 di Sragen adalah produktivitas hasil panen. Berdasarkan keterangan Alfasyahri yang dikutip dalam pemberitaan Nusa Time, hasil panen kering kebun yang sebelumnya berada di kisaran 7 ton per hektare dilaporkan meningkat menjadi sekitar 9–10 ton per hektare setelah petani menanam varietas BANGKOK 21.
Capaian tersebut menunjukkan potensi peningkatan hasil sekitar 2 ton per hektare dibandingkan angka yang disebutkan sebagai hasil panen sebelumnya. Meski demikian, hasil aktual di lapangan tetap dapat berbeda, bergantung pada kondisi lahan, cuaca, pemupukan, pemeliharaan tanaman, dan teknik budidaya yang diterapkan.
Selain produktivitas, BANGKOK 21 disebut menghasilkan tongkol berukuran besar dan berbobot, dengan warna biji oranye cerah yang dinilai menarik bagi pasar. Karakteristik tersebut menjadi bagian dari pertimbangan petani dalam memilih varietas yang sesuai dengan kebutuhan produksi dan pemasaran.
Ketahanan Tanaman terhadap Cuaca Panas Menjadi Perhatian
Tantangan cuaca menjadi salah satu faktor penting dalam usaha tani jagung. Dalam kegiatan tersebut, BANGKOK 21 juga mendapat perhatian karena dilaporkan mampu tumbuh dengan baik pada kondisi panas dan kering di wilayah pertanaman Tanon.
Alfasyahri menyampaikan bahwa tanaman tetap menunjukkan pertumbuhan yang baik selama periode cuaca panas ekstrem yang dikaitkan dengan fenomena El Niño. Kemampuan beradaptasi terhadap kondisi lingkungan menjadi aspek yang relevan bagi petani dalam mempertimbangkan varietas untuk ditanam.
Namun, performa tanaman tetap dipengaruhi oleh kondisi agroklimat, ketersediaan air, karakteristik tanah, serta pengelolaan tanaman. Karena itu, penerapan rekomendasi budidaya dan penyesuaian dengan kondisi setempat tetap diperlukan untuk mendukung hasil yang optimal.
Penanaman Mandiri Petani Jadi Penggerak Pengembangan BANGKOK 21
Direktur Operasional PT Saprotan Utama Nusantara, Yuri Wibowo, menyampaikan bahwa respons petani terhadap BANGKOK 21 menunjukkan antusiasme pada tahun kedua pengenalan produk tersebut di pasar.
Ia menyoroti pengembangan pertanaman seluas sekitar 200 hektare di Tanon yang berasal dari inisiatif petani setempat. Kondisi tersebut menjadi contoh bagaimana keputusan petani dalam mengadopsi varietas dapat berkembang berdasarkan pengalaman budidaya dan penilaian terhadap performa tanaman di lapangan.
Menurut Yuri, BANGKOK 21 mendapat respons positif karena dinilai memiliki hasil yang baik, batang yang kokoh, serta kemampuan tumbuh pada kondisi panas.
Distribusi benih BANGKOK 21 juga dilaporkan telah menjangkau berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari sejumlah sentra pertanian di Pulau Jawa, Sumatera, termasuk Lampung dan Medan, hingga Sulawesi.
Melalui kegiatan temu tani seperti ini, pengalaman petani di satu daerah diharapkan dapat menjadi bahan pembelajaran bagi petani di wilayah lain dengan tetap memperhatikan kesesuaian kondisi lahan dan praktik budidaya.
PT Benih Citra Asia Terus Mengembangkan Inovasi Benih Jagung Hibrida
Sebagai produsen benih dengan merek Bintang asiA, PT Benih Citra Asia mengembangkan produk jagung hibrida melalui kegiatan riset dan pengembangan. Dalam pemberitaan tersebut, perusahaan disebut memiliki 12 produk jagung hibrida yang dikembangkan melalui riset mandiri berbasis bioteknologi modern.
Pengembangan varietas unggul menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung pertanian yang produktif dan adaptif terhadap tantangan di lapangan. Ketersediaan pilihan varietas dapat membantu petani menyesuaikan keputusan tanam dengan kebutuhan pasar, karakteristik lingkungan, serta target hasil produksi.
Festival Jagung BANGKOK 21 di Sragen menjadi salah satu sarana untuk mempertemukan produsen benih, distributor, petani, dan pemangku kepentingan sektor pertanian. Interaksi tersebut membuka ruang untuk berbagi pengalaman sekaligus memperkuat pemahaman mengenai penggunaan benih dan pengelolaan budidaya.
Festival Jagung BANGKOK 21 Diharapkan Menginspirasi Petani di Berbagai Daerah
Keberhasilan pengembangan pertanaman jagung di Tanon memberikan gambaran mengenai pentingnya keterlibatan petani dalam mengembangkan sentra produksi. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi referensi bagi wilayah lain yang ingin meningkatkan produktivitas jagung melalui pemilihan benih, pengelolaan lahan, dan penerapan teknik budidaya yang sesuai.
Kolaborasi antara produsen benih, distributor, penyuluh, pemerintah daerah, dan petani juga memiliki peran dalam memperluas akses terhadap informasi pertanian serta mendukung pengembangan usaha tani yang berkelanjutan.
Melalui Festival Jagung BANGKOK 21, PT Benih Citra Asia bersama mitra distribusinya turut memperkenalkan potensi varietas BANGKOK 21 kepada petani dari berbagai wilayah. Ke depan, pemanfaatan benih berkualitas yang disertai praktik budidaya tepat diharapkan dapat membantu meningkatkan hasil produksi dan mendukung penguatan ketahanan pangan Indonesia.
Tentang Bintang asiA
Bintang asiA merupakan merek benih dari PT Benih Citra Asia yang mengembangkan berbagai varietas benih untuk mendukung kebutuhan petani Indonesia. Informasi mengenai produk dan kegiatan perusahaan dapat diakses melalui situs resmi benihcitraasia.co.id.