img-detail
img-detail
img-detail
TERUNG

SRITI

Terong lalap bulat.
Warna buah : ungu.
Warna daging : putih kehijauan.
Berat buah : ± 50 g/buah.
Umur panen : ± 40 hst.
Potensi hasil : ± 20 ton/ha.
Tahan simpan.
Adaptasi utama di dataran rendah.
Rasa agak manis.
Lebat.
Produksi tinggi.
Egplant
Fruit color : purple.
Flesh color : greenish white.
Fruit weight : ± 50 g/fruit.
Harvest age : ± 40 hst.
Yield potential : ± 20 tons/ha.
Good storage.
Main adaptation in the lowlands.
Slightly sweet taste.
Dense.
High production.
اذنجان مستدير. لون الثمرة بنفسجي. لون الداخل أبيض. الوزن50 جرام/ثمرة. فترة الزراعة 58 أيام. الحصاد المرجو 2،6 كيلو/نبات أو 20طن/هكتار. إمكانية صندوق الحصاد مرتفعة. التكيف الرئيسي لهذا النوع في المزرعة بمكان منخفض
圆形茄子。
果实颜色:紫色。
果肉颜色:绿白色。
果重:± 50 克/果。
收获期:种植后 ± 40 天。
产量潜力:± 20 吨/公顷。
耐贮藏。
主要适应低地。
略带甜味。
密实。
产量高。
Terjemahkan Ke
Budidaya

A. Persemaian

1. Media Semai
Media semai yang digunakan adalah campuran tanah top soil dan pupuk kandang yang halus dan sekam bakar dengan perbandingan 2: 1: 1
2. Alat/Tempat Semai
Tempat semai bisa di meja bambu yang diberi naungan plastik atau di tray semai plastic
3. Cara semai
Sebelum menyemai benih, media semai di siram air merata.
Semai benih Terung dengan meletakkan 1-2 benih di lubang tray semai atau menebar tipis pada media semai di meja bambu dan menutupnya secara tipis dengan tanah.
Selanjutnya tutup rapat media semai dengan plastik mulsa hal ini untuk menjaga media semai tidak mudah kering dan mempercepat daya kecambah benih.
Benih Terung akan mulai tumbuh pada umur 6-7 hari setelah semai di dataran rendah dan 10 hari di dataran tinggi.
4. Perawatan Bibit
Pengecekkan benih yang mulai tumbuh dengan membuka plastik mulsa penutup di hari ke 4/5 dan melakukan penyiraman jika media mulai kering.
Penyiraman rutin dilakukan setiap pagi dan sore jika media kering dengan alat embrat/ shower.
Pemupukan diberikan jika diperlukan saat bibit umur 15 hari dengan NPK 2 gr/l air disiramkan.
Penyemprotan fungisida dan insektisida jika diperlukan pada hari ke 7 atau ke 10 dengan dosis ½ dari anjuran.
Kebutuhan bibit Terung per hektar sekitar 16.000 bibit.
Bibit cadangan untuk penyulaman tambahkan sekitar 10-20 %.

B. Persiapan Lahan

1. Pembersihan lahan dari rumput/gulma serta bekas akar tanaman yang tersisa, agar pertumbuhan tanaman tidak terganggu dari inang hama dan penyakit.
2. Pembajakan tanah dan merotari jika dengan traktor sedalam 30-40 cm untuk menggemburkan tanah dan memperbaiki draenasi dan aerasi tanah.
3. Pemberian kapur dolomit bersamaan dgn olah tanah jika pH tanah < 6.
4. Pembuatan bedengan dengan ukuran lebar 110-120 cm tinggi 30-40 cm disesuaikan musim ,lebar selokan 50-60 cm dan panjang bedengan disesuaikan kondisi lahan.
5. Pemberian pupuk kandang di atas permukaan bedengan dan di aduk merata.Kebutuhan pupuk kandang 20 ton/ hektar.
6. Pemberian pupuk dasar NPK 50 gr, SP.36 25 gr/ m2.
7. Penutupan permukaan bedengan dengan tanah dan meratakanya.

C. Penanaman

1. Pengaturan jarak tanam
Jarak tanam Terung yaitu 70 x 60 cm.
2. Pembuatan lubang tanam mulsa
Lubang tanam mulsa dapat dibuat dengan alat pelubang dari besi yang dipanaskan sesuai jarak tanam yang dianjurkan.
3. Teknis Penanaman
Bibit Terung siap tanam umur 25 hari. Penanaman dilakukan dengan menanam 1 atau 2 bibit per lubang tanam, kemudian disiram. Penanaman di lahan dataran rendah sebaiknya dilakukan sore hari untuk menghindari stres bibit.

D. Pemeliharaan Tanaman

1. Penyiraman
Penyiraman dengan cara di siram dengan gayung dilakukan setiap hari.
Penyiraman dengan cara dialirkan ke selokan dan disiramkan ke lubang tanam (di leb) dilakukan 1-2 kali per minggu.
2. Penyulaman
Penyulaman dilakukan untuk mengganti tanaman yang mati hingga tanaman umur 7 hari, hal ini untuk mempertahankan populasi tanam tetap utuh.
3. Pemasangan ajir/turus bambu
Pemasangan ajir/ turus dilakukan mulai tanaman umur 1 minggu, agar tidak merusak perakaran tanaman. Panjang ajir Terung 150 cm. ditancapkan 5 cm dari lubang tanam.
4. Pemetikan tunas samping (pewiwilan)
Pemetikan tunas samping pada Terung dilakukan pada tunas yang tumbuh di bawah cabang V
5. Penyiangan rumput/gulma
Penyiangan rumput atau gulma yang mengganggu tanaman dilakukan 2 kali selama satu musim yaitu pada saat tanaman berumur 30 hari dan 60 hari dengan alat kored/ cangkul kecil.

E. Pemupukan

NO. Nama Pupuk 1 2 3 4 5 6 7 Keterangan
7 hst 21 hst 35 hst 50 hst 65 hst 80 hst 95 hst
1 NPK 2 kg 2 kg




Dosis 250 ml/tan Dilarutkan dalam 200 lt air
2 Phonska
3 ZA 2 kg 2 kg
4 NPK 3 kg 3 kg 3,5 kg 3,5 kg 4 kg Dosis 250 ml/tan Dilarutkan dalam 200 lt air
5 KNO 3 putih 0,5 kg 0,5 kg 0,5 kg 0,5 kg 0,5 kg
6 NPK 10 gr 15 gr 20 gr Jika aplikasi butiran di tugal
7 KNO3 putih 5 gr 5 gr
8 KCL 5 gr

F. Hama Penyakit

1. Hama
NO. HAMA PENGENDALIAN
1 Kutu Daun (Myzus persicae Suiz) Desis/confidor
2 Lalat Buah (Bactrocera dorsalis Hendel) Petrogenol/ lyla
3 Ulat Grayak (Spodoptera litura Fabricius) Fastak/amate/prevaton
4 Ulat Buah (Helicoverpa armigera) Amate/prevaton
5 Tungau (Tetranycus sp.) Samite
6 Kutu kebul ( Bemisia tabaci dan Bemisia triloroides) Winder/marshale
7 Leaf miner (Liriomyza spp.) Thrigart/siklon
2. Penyakit
NO. PENYAKIT PENGENDALIAN
1 Busuk Batang (Pythoptora Capsici) Ridomil/ Dithane
2 Bercak daun (Cercospora capsici ) Dithane/score
3 Bercak bakteri (Xanthomonas campestris pv) Ridomil gold/dithane
4 Layu Bakteri (Pseudomonas solanaceareum) Bactosin/agrept
5 Layu Fusarium (Fusarium oxysporum) Ridomil gold/dithane/benloc
6 Busuk Daun (Fhytopthora infestans) Ridomil gold/dithane/benloc
7 Busuk Buah (Pomopsis vexans) Score/dithane
8 Virus Gemini (Gemini Virus) Winder/Marshal untuk vectornya

G. Panen

1. Panen pada tanaman Terung tergantung varietas yang di tanam genjah atau dalam umurnya,serta lokasi penanaman dataran rendah atau dataran tinggi.
2. Tanaman yang di tanam di dataran rendah panen awalnya lebih cepat dibanding dataran tinggi.
3. Umumnya panen dilakukan setiap 5-6 hari sekali tergantung permintaan pasar dan jarak dari kebun ke pasar
4. Terung Panjang panen umur 50-60 hst. Terung bulat panen umur 45-50 hst.