img-detail
MELON

SOSWEET F1

Melon golden hibrida.
Bentuk buah : lonjong.
Warna daging : oranye.
Berat buah : ± 2 kg/buah.
Umur panen : ± 62 hst.
Potensi hasil : 25 ton/ha.
Adaptasi utama di dataran rendah.
Tahan virus.
Tahan rontok buah.
Rasa sangat manis.
Golden melon (Hybrid).
Fruit shape : round oval.
Flesh fruit color : orange.
Weight : ± 2 kg/fruit.
Harvest age : ± 62 after sowing.
Yield potential : ± 25 tons/ha.
Main adaptation in the lowlands.
Virus resistant.
Fruit drop resistance.
Very sweet taste.
Terjemahkan Ke
Budidaya

A. Persiapan Lahan

1. Pembersihan lahan dari rumput/gulma serta bekas akar tanaman yang tersisa, agar pertumbuhan tanaman tidak terganggu dari inang hama dan penyakit.
2. Pembajakan tanah dan merotari jika dengan traktor sedalam 30-40 cm untuk menggemburkan tanah dan memperbaiki draenasi dan aerasi tanah.
3. Pemberian kapur dolomit saat pengolahan tanah jika pH tanah < 6.
4. Pembuatan bedengan lebar 120 cm tinggi 30-40 cm disesuaikan musim, lebar selokan 50-60 cm dan panjang bedengan disesuaikan kondisi lahan.
5. Pemberian pupuk kandang di atas bedengan dan diaduk merata hingga gembur, kebutuhan 10 ton/Ha.
6. Pemberian pupuk dasar NPK 50 gr, SP.36 25 gr Per m².
7. Penutupan permukaan bedengan dengan tanah dari parit hingga merata

B. Pembibitan

1. Media Semai
Tanah Top Soil Halus
Pupuk Kandang halus
Sekam bakar/pasir kali
Perbandingan media 2 : 1 : 1
2. Alat Semai & Bahan
Baki plastic pre sowing
Kertas koran bekas
Plastik es untuk bumbunan
Pestisida Benlate 0,5 gram/liter
Insektisida Karbofuran 50 gram
Media semai dicampur merata dengan insektisida
Benih Melon, biasanya dilakukan pre-sowing
Benih Melon di rendam air hangat 1 jam, lalu tiriskan di atas baki plastik, alasi 2 lembar kertas koran basah, benih di atur jaraknya supaya tidak saling menumpuk lalu tutup dengan 2 lembar kertas koran basah lagi dan tutup baki diplastik selama 1 hari 1 malam.
Selanjutnya benih yang mulai tumbuh di pindah ke plastik bumbunan /tray semai yang telah diisi media semai, dan lakukan penyiraman.
Kebutuhan bibit Melon per hektar 16.000 biji jika pakai bedengan double row.

C. Penanaman

1. Pengaturan jarak tanam Melon antar barisan 60 cm.dalam barisan 60 cm.
2. Penanaman bibit Melon, dilakukan stlh.bibit berumur 5-7 hari dari semai benih, yakni setelah berdaun 2 helai.
3. Sebelum bibit di tanam, untuk mencegah serangan penyakit layu bakteri, polybag berisi bibit di rendam dalam larutan Agrept.
4. Tanam satu bibit per lubang tanam, dengan cara mencongkel media tray atau sobek plastik lontongan agar media dekat akar tidak pecah dan menanamnya ke lubang tanam. Siram/tabur insektisida carbofuran beberapa butir untuk mengendalikan hama ulat/ jangkrik.

D. Pemeliharaan Tanaman

1. Pemasangan lanjaran
Pada model tanam yang merambat umur 10 HST pasang lanjaran bambu, panjang lanjaran 2 meter.
Lanjaran di tancapkan pada lubang dekat tanaman dan ikat pada bagian atas lanjaran disebelahnya, selanjutnya pasang lanjaran reng pada bagian atas dan ikat kencang sehingga menambah kuat berdirinya lanjaran.
2. Pengairan
Pengairan dilakukan secara rutin pagi atau sore hari, terutama pada fase awal pertumbuhan, baik dengan cara di leb atau disiram dengan selang.
3. Pengikatan tanaman
Pemasangan tali rambatan tanaman bersamaan dengan merambatkan tanaman
4. Pemilihan cabang Tanaman
Ada 2 cara pembentukan percabangan tanaman:
Pertama cabang utama di pelihara di tambah cabang samping bentuk V.
Kedua lakukan pemotongan pucuk tanaman (toping) saat umur 10 HST di ruas ke 3 dan pelihara 2 cabang sekunder yang tumbuh.
5. Pengikatan tanaman
Pengikatan dengan tali rafia/ blabar sepanjang tinggi lanjaran kali 2 dan tambah 2 jengkal tangan. Kalungkan tali ke atas palang lanjaran ke dua ujung tali di ikatkan ke bawah cabang V dengan simpul tali, selanjutnya tanaman akan merambat pada tali tersebut dan bantu merambatkan setiap 4/5 hari sekali.
6. Penyiangan
Pada mulsa plastik, penyiangan gulma dilakukan pada lubang tanam dengan cara dicabut hati-hati agar tidak merusak perakaran tanaman melon.
Gulma yang tumbuh di parit dibersihkan agar tidak menjadi sarang hama.

E. Pemupukan

No Jenis Pupuk Dosis Pupuk (Gr/ Tanaman)
Dasar 7 hst 14 hst 21 hst 28 hst 35 hst 45 hst 55 hst
1 NPK Phonska 20 5 5 10
2 SP36 15
3 NPK (16:16:16) 10 10 10
4 KNO3 Putih 5 5 5
5 KCL 5 5

F. Hama Penyakit

1. Hama
No. Hama Aplikasi
1 Oteng oteng Winder/ Demolis
2 Kutu Daun Decis
3 Lalat buah (Bactrocera) Petrogenol
4 Ulat tanah Furadan
5 Leaf minner Trigart
6 Kutu kebul Winder
7 Ulat Daun Dangke
2. Penyakit
No. Penyakit Aplikasi
1 Layu Fusarium Ridomil
2 Kresek daun (DM) Antracol
3 Embun tepung (PM) Dithane
4 Busuk batang berlendir (GSB) Kuproxat
5 GV (Gemini virus) Winder utk Basmi Vektornya
6 Phytium (rebah pangkal batang) Previcur

G. Panen

Melon dapat di panen umur 70-75 HST tergantung varietasnya, sebagian besar petani menggunakan Ethrel agar bisa panen serempak. Hasil panen pertanaman 1-2 buah dengan bobot 1,5-2,5 kg tergantung varietasnya.