img-detail
img-detail
img-detail
SAWI HIJAU

DORA

Sawi hijau.
Tipe : berdaun tebal.
Warna daun : hijau.
Umur panen : 25-26 hst.
Potensi hasil : ± 21 tons/ha.
Adaptasi utama di dataran rendah.
Lambat berbunga.
Batang kokoh.
Tidak mudah patah.
Choisum green.
Type : thick leaves.
Color of leaves : green.
Harvest age : 25-26 after sowing.
Yield potential : ± 21 tons/ha.
Main adaptation in the lowlands.
Slow to flower.
Sturdy stem.
Not easy to break.
الخردل الأخضر
يكتب : بورقة سميكة لونه
لون الرقت : لونه اخض
سن الحصاب : 25-26 يوم بعد الزراعة
الحصاد المرجو: ±21 طن/هكتار
التكيف الرئيسي في أراضي المنخفضة
الزهرة البطيئة
جذع قوي
لا سهل مكسور
菜心 绿色。
类型:厚叶。
叶色:绿色。
收获期:播种后 25-26 天。
产量潜力:± 21 吨/公顷。
主要适应低地。
开花慢。
茎干粗壮。
不易折断。
Terjemahkan Ke
Budidaya

A. Persemaian

1. Kebutuhan benih per hektar 400-500 gram
2. Pembuatan bedengan persemian lebar 100 cm tinggi 15-20 cm
3. Persemaian harus di tempat terbuka mendapat sinar matahari penuh tanah gembur dan aman dari gangguan hewan peliharaan.
4. Taburkan pupuk kandnag yang sudah matang 2-3 kg per m2, jika tektur tanah kurang gembur tambahkan sekam padi secukupnya di permukaan bedengan, dan aduk hingga gembur.
5. Siram bedengan dengan larutan EM4 10 ml/ liter air dengan alat embrat
6. Buat alur melintang di permukaan bedengan jarak 10 cm kedlaman 1,5-2 cm.
7. Tanam benih dengan kerapatan 4-5 benih per 1 cm Panjang alur.
8. Tutup alur penanaman dengan media bedengan setebal 0,5 cm.
9. Tutup permukaan bedengan dengan karung atau daun pisang selama 2-3 hari (sampai benih berkecambah)

1. Perawatan
Setelah benih berkecambah tutup di buka dan lakukan penyiraman.
Jika di temukan serangan penyakit rebah batang lakukan penyemprotan dengan Previcure N 2 ml/ ltr air.
Pemindahan tanam di lakukan setelah muncul 2 helai daun sejati (18-20 HST).

B. Persiapan Lahan

1. Pembersihan lahan dari rumput/gulma serta bekas akar tanaman yang tersisa,agar pertumbuhan tanaman tidak terganggu dari inang hama dan penyakit
2. Pembajakan tanah dan merotari jika dengan traktor sedalam 30-40 cm untuk menggemburkan tanah dan memperbaiki draenasi dan aerasi tanah
3. Pemberian kapur dolomit bersamaan dengan olah tanah jika pH tanah < 5,5 sebanyak 1,5 ton /hektar
4. Pembuatan bedengan dengan ukuran lebar 110 cm tinggi 20 -25 cm lebar selokan 40-50 cm dan panjang bedengan disesuaikan kondisi lahan
5. Pemberian pupuk kandang di sisi kiri dan kanan bedengan diaduk merata hingga gembur kebutuhan per hektar 5 ton
6. Pemberian pupuk dasar UREA 100 kg, SP.36 100 kg, KCL 75 kg Per Ha tebar di sisi kiri dan kanan bedengan dan aduk merata
7. Penutupan permukaan bedengan dengan tanah dari parit.hingga merata

C. Penanaman

1. Lakukan penyiraman bedengan sebelum penanaman hingga basah merata.
2. Bibit caisim atau pakchoy di cungkil dengan tanahnya dan simpen di wadah baki plastik.
3. Tanam 1 bibit caisim atau pakchoy di atas bedengan dengan jarak 25 x 25 cm dalam 1 bedengan terdapat 4 baris tanaman.
4. Lakuan penyiraman rutin dengan Gembor/emrat agar tanaman cepat beradaptasi.

D. Pemupukan

Umur 15 HST lakukan pupuk susulan ke 2 Urea 200 kg, dan kCL 75 kg per hektar dengan cara di campurkan kedua pupuk dan di taburkan di alur antar baris tanaman jarak 10 cm.

E. Pemeliharaan Tanaman

1. Penyulaman
Penyulaman di lakukan untuk mengganti tanaman yang mati karena hama ulat tanah atau penyakit rebah batang
2. Penyiangan Gulma
Penyiangan dilakukan agar tidak terjadi perebutan unsur hara di dalam tanah antara gulma dengan tanaman utama lakukan penyiangan pada ssat umur 10-15 HST. Sebelum pemupukan susulan ke 2.
3. Penyiraman Tanaman
Penyiraman tanaman sebaiknya optimal karena umur tanaman Caisim dan Pakchoy sangat pendek sekitar 25-30 HST
Pada saat awal sebelum tumbuh lakukan penyiraman dengan cara Leb atau dengan embrat yang halus percikanya

F. Hama Penyakit

1. ULat Tanah (Agrotis sp.)
ULat tanah berwarna coklat kehitaman menyerang tanaman muda dengan cara memotong pangkal batang,dan bersembunyi di dalam tanah, aktif di sore hari. Pengendalian dengan insektisida Bahan aktif Carbofuran.di tabur di sekitar batang tanaman.
2. Ulat Grayak (Spodoptera litura/exigua)
Ulat berwarna hijau tua kecoklatan dengan bintik hitam di ruas buku badannya,menyerang tanaman dengan memakan daun muda hingga berlubang lubang.Pengendalian dengan insekisida Curacron 500 Ec atau Buldok 25 EC.sesuai anjuran dalam kemasan.
3. Ulat perusak daun (Plutella Xylostella)
Ulat kecil berwarna hujau muda dengan Panjang 7-10 cm menyerang pucuk tanaman.Pengendalian kimia dengan insektisida Decis 2,5 EC atau Buldok 25 EC sesuai anjuran di petunjuk kemasan.
4. Leaf Miner (Liriomyza sp.)
Hama penggorok daun atau leaf miner, larvanya menyerang lapisan dalam daun dan menyisakan kulit daunya. Pengendaliannya dengan insektisida Trigard 75 WP
5. Penyakit Dumping Off (Pythium sp.)
Menyerang pangkal batang di tanaman muda bercak coklat kehitaman yang menyebabkan tanaman rebah dan layu.Pengendalian dengan penyemprotan Previcur N sesuai anjuran.
6. Penyakit Akar gada (Plasmodiophora brassicae)
Penyakit ini menyerang akar tanaman,dengan ciri ciri tanaman layupada siang hari akar tanaman terdapat benjolan benjolan seperti kanker Pencegahan lakukan rotasi tanaman,di lahan bekas caisim atau pakchoy. Pemberian kapur pertanian Dolomit pada saat persiapan lahan dapat mengurangi tingkat serangan penyakit tersebut.

G. Panen

Panen Caisim atau Packhoy sekitar umur 30-35 HST tergantung pada ketinggian lokasi penanaman.dari permukaan laut. Potong dengan pisau tajam pada pangkal Caisim atau packhoy, kumpulkan hasil panen dan lakukan pencucian setelah tiris dan diikat setiap 200-250 gram.