PARIA

DATUK F1

Nomor SK Kementan : 157/kpts/SR.120/D.2.7/10/2015
Rekomendasi : Dataran rendah - menengah
Ketahanan :
Jenis :
Rasa :
Bentuk :
Ukuran : ± 30 x 6 cm
Warna : Hijau gelap
Warna Daging :
Umur Panen (HST) : ± 38 hst
Bobot : ± 300 gr/buah
Potensi Hasil : 4 - 5 kg/tanaman
PVT :
Cara Budidaya
A. PERSIAPAN LAHAN
1.Pembersihan lahan dari rumput/gulma serta bekas akar tanaman yang tersisa, agar pertumbuhan tanaman tidak terganggu dari inang hama dan penyakit.
2.Pembajakan tanah dan merotari jika dengan traktor sedalam 30-40 cm untuk menggemburkan tanah dan memperbaiki draenasi dan aerasi tanah.
3.Pemberian kapur dolomit saat pengolahan tanah jika pH tanah <6.
4.Pembuatan bedengan lebar 60 cm jarak antar bedengan 150 cm. Tinggi 20 cm untuk lahan darat dan 40 cm untuk lahan sawah, lebar selokan 50 - 60 cm dan panjang bedengan disesuaikan kondisi lahan.
5.Pemberian pupuk kandang diatas bedengan dan diaduk merata hingga gembur, kebutuhan 6 ton/Ha.
6.Pemberian pupuk dasar NPK 600kg/Ha.
7.Penutupan permukaan bedengan dengan tanah dari parit hingga merata, dan olah tanah dengan semua pupuk yang diaplikasikan.
8.Pemasangan mulsa plastik dan pembuatan lubang mulsa mengikuti jarak tanam
 
B. PENANAMAN
1.Lakukan penyiraman sehari sebelum penanaman tujuan agar tanah gembur.
2.Pengaturan jarak tanam Paria 70 cm antar tanaman.
3.Sebelum tanam buat lubang tanam dengan tugal sedalam 5 cm, tanam 1 atau 2 biji perlubang dan tutup dengan tanah tipis kemudian tabur dengan insectisida bahan aktif carbofuran dan nematisida.
4.Siram air dengan volume 100 ml/ lubang tanaman.
 
C. PEMELIHARAAN TANAMAN
1.Pengairan/ Penyiraman
Pengairan secara rutin pagi atau sore hari terutama pada fase awal pertumbuhan, dengan cara di leb atau disiram pada lubang tanam. Benih Paria akan mulai tumbuh 5-7 HST.
2.Pemasangan lanjaran
Pemasangan lanjaran menggunakan lanjaran dengan ukuran  200 cm di lakukan setelah tanam dengan model para – para.
3.Pengikatan tanaman
Pengikatan tanaman dengan tali raffia/ blabar dilakukan saat tanaman umur 15 HST. Panjang tali 10– 15 cm, dengan mengikatkan membentuk angka 8 agar posisi batang tidak terlilit, lakukan setiap 3 hari sekali setelah penanaman sampai usia 30 HST.
4.Penyiangan
-Pada mulsa plastik, penyiangan gulma dilakukan pada lubang tanam dengan cara dicabut hati-hati agar tidak merusak perakaran tanaman Paria.
-Gulma yang tumbuh di parit dibersihkan agar tidak menjadi sarang hama dengan cangkul atau sabit.
 
D. PEMUPUKAN
No
Jenis Pupuk
Dosis Pupuk (Gr/ liter) sistem kocor/ siram
5 hst
10 hst
17 hst
24 hst
31 hst
38 hst
45 hst
52 hst
1
NPK Phonska
10 gr
15 gr
20 gr
20 gr
20 gr
20 gr
20 gr
20 gr
2
KNO3 Merah/ Za
10 gr
15 gr
20 gr
 
 
 
 
 
3
KNO3 Putih
 
 
 
 
20 gr
 
20 gr
20 gr
4
KCL
 
 
 
20 gr
 
20 gr
 
 
 
E. PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT
Penyemprotan normal di lakukan setiap 1 kali seminggu, tetapi jika serangan hama meningkat intesitas penyemprotan ditambah bisa 2-3 kali dalam seminggu.
1.Hama Paria
No.
Hama
Aplikasi
1
Ulat Tanah (Agrotis sp.)
Carbofuran/Curacron
2
Kutu Kebul (white fly)
Winder/ Applaude
3
Ulat jengkal/Ulat Grayak
                 Dangke/Prevatone
4
Oteng-oteng
Decis/ confidor
5
Lalat Buah
Curacron/detracron dan petrogenol/laila
6
Penggorok daun (Leaf miner)
Thrigart/sikon
 
2.Penyakit Paria
No.
Penyakit
Aplikasi
1
Layu Fusarium
Dithane/ Benlate
2
Bercak daun
Dithane/Score
3
Kresek (Downy Mildew)
Dithane/Ridomil Gold
4
Powdery Mildew / Embun Tepung
Amistartop/ Explore
 
F. PANEN
Paria dapat di panen mulai umur 45 - 48 HST dilakukan setiap 2 hari sekali, sesuai dengan permintaan pasar.