img-detail
JAGUNG HIBRIDA

BETRAS 18 F1

agung hibrida.
Warna biji : oranye.
Ukuran tongkol : 19,8 x 5,3 cm.
Potensi hasil : 14,07 ton/ha pada KA 15%.
Adaptasi utama di dataran rendah-menengah.
Tahan bulai dan hawar.
Batang kokoh.
Tongkol Besar.
Potensi hasil tinggi.
Rendemen tinggi.
Hybrid corn.
Seed color: orange.
Cob size: 21,1 x 5.3 cm.
Yield potential: 13.82 tons/ha at 15% soil moisture.
Main adaptation in medium-high plains.
Resistant to downy mildew and blight.
Sturdy stem.
Large cob.
High yield potential.
High yield.
Terjemahkan Ke
Budidaya

A. Persiapan Lahan

1. Pembersihan lahan dari rumput/gulma serta bekas akar tanaman yang tersisa, agar pertumbuhan tanaman tidak terganggu dari inang hama dan penyakit.
2. Pembajakan tanah dan merotari jika dengan traktor sedalam 30-40 cm untuk menggemburkan tanah dan memperbaiki draenasi dan aerasi tanah.
3. Pemberian kapur dolomit bersamaan dengan olah tanah jika pH tanah < 6. Dosis 2-3 ton/Ha, pH Optimal 6,8.
4. Pembuatan larikan dengan jarak 70 x 20 cm, dan pemberian pupuk organik jika di perlukan untuk tanah yang kurang subur dengan dosis 5 ton/Ha.
5. Pengolahan Tanah
Manual (Menggunakan cangkul untuk membalik dan menggemburkan tanah).
Mekanik (Menggunakan mesin dengan Rotary atau Jounder).

B. Penanaman

1. Penanaman dimulai dengan pembuatan lubang tanam dengan alat tugal sedalam 3 cm. Pada larikan yang telah dibuat jarak 70 cm antar barisan/ larikan dan jarak 20 cm dalam barisan.
2. Benih jagung di tanam 1 atau 2 butir per lubang, lubang tugal tutup tanah sedikit dan tabur/ kocor insektisida furadan/ curater 10-20 butir untuk mencegah serangan hama.
3. Kebutuhan benih per Ha sekitar 10-15 kg.

C. Pemeliharaan Tanaman

1. Penyiraman dilakukan jika kondisi tanah kering.
2. Penyiangan rumput gulma biasanya dilakukan 2 kali setelah pemupukan ke 2 dan pemupukan susulan ke 3.
3. Pembumbunan biasa dilakukan setelah penyiangan ke 1 umur 4/5 minggu setelah tanam dengan cara meninggikan tanah pada barisan tanaman sehingga tanaman lebih tahan rebah.
4. Pemupukan dilakukan 3 kali umur 2 MST, 5 MST, dan 8 MST dengan cara di tugal jarak lubang pupuk 10 cm dr tanaman 5-7,5 gr/tan dan lubang pupuk di tutup tanah

D. Pemupukan

No Jenis Pupuk Susulan 1 Susulan 2 Susulan 3 Keterangan
2 mst 5 mst 8 mst
1 UREA 75 kg 125 kg MST = Minggu setelah tanam
2 NPK 15-15-15 150 kg 250 kg 300 kg
3 KCL 50 kg 50 kg

E. Hama Penyakit

1. Hama
Hama orong-orong dan jangkrik menyerang tanaman di awal sejak tanam. Aplikasi Furadan dan Regent Red, Curacron dosis sesuai petunjuk.
Ulat grayak menyerang tanaman fase vegetatif pd pucuk tanaman. Tabur 5 butir Curater pd pucuk tanaman usia 3 MST dan 5 MST
Ulat Tongkol menyerang tanaman fase generative pada saat pengisian tongkol, pengendalian dengan aplikasi Insektisida Dangke 40 WP.

2. Penyakit
Bulai (P.maydis) menyerang usia vegetatif hingga tanaman umur 8 MST. Pencegahan dengan aplikasi acrobat 500 SC rutin mulai tanaman umur 2 MST setiap 2 minggu.
Hawar daun adalah bercak jamur yang menyerang daun jagung usia awal generative aplikasikan amistar Top.
Busuk batang disebabkan jamur Diplodia maydis menyerang tanaman Fase pembentukan tongkol, gejala serangan yaitu daun kuning, batang busuk. Aplikasikan fungisida bahan aktif Mankozeb dan tembaga oksi sulfat (Kuproxat 35 EC) aplikasikan pada batang bagian bawah.

F. Panen

1. Umur panen Jagung pakan di dataran rendah umumnya mulai panen di umur 110 HST untuk datara rendah, untuk dataran tinggi 130 HST.
2. Salah satu ciri khususnya kelobot tongkol mulai kering kecoklatan dan biji jagung tidak meninggalkan bekas jika ditekan dengan kuku.
3. Seminggu sebelum dipanen pucuk tanaman dipangkas dan kelobot di kupas, tujuannya untuk mempercepat proses pengeringan biji, setelah beberapa hari jagung siap panen dan sebaiknya pada saat cuaca sedang terik.